Hari dan Lisa adalah sepasang kekasih yang saling setia, walau mereka beda adat dan Bahasa, Tapi yang penting bagi mereka kelasnya sama (MD. 08).
Panggilan Sayang diantara Dua kekasih itu sudah ibaratkan sepasang pengantin; Lisa Memanggil Hari dengan “Suami” Hari pun memanggil Lisa dengan “Isteri”.
Tak ada yang iri dalam Republic MD, Hanya saja “Ma`ul” karena tak pernah dipanggil seperti itu oleh “Zaki”, tapi di sisi lain, nama panggilan itu menjadi contoh buat “Aga”, agar rumah tangganya semakin harmonis bersama “Fatma”.
Suatu hari kemudian, sesepuh2 MD (Afif, Mustaqim Dan Basid) Bermusyawarah tetntang Usulan dari “Sofi” untuk diadakannya kawin masal Guna mencegah kemaksiatan yang yang terus berlanjut. Usulan itu pun diterima dan berkat bantuan beberapa Dosen Berpengalaman, terbentuklah kestrukturan Panitia,
Adapun Diantaranya:
Penggalian Dana
1: P. Ismail Nawawi,
2: P. Buchori.
3 : B. Vidia Gati.
Penanggung jawab Tempat :P. Hasan.
Penghulu : P.Arif.
Wali :
1. P.Fahrul.
2. B.Suqiah.
Saksi :
1. P.Abdullah.
2. P. Junaidi.
3. P.Suprapto.
Sedangkan Peserta yang terdaftar untuk kawin masala da 4 orang.
“Hari & Lisa” “Aga & Fatma” “Ikhya` & Laila” dan “Zaki & Asmaul Chusna”.
1 minggu kemudian acara pun dimulai, tapi saying, dana yang diperoleh oleh Panitia sangatlah minim dan tempat Waqof yang didapat oleh P. Hasan juga sempit, Hingga beberapa Pengurus Jurusan yang di undang.
Dan yang menjadi kendala disini; kalau semua (100%) undanga dating, maka kursinya kurang satu, tapi kalau undangan yang datang Cuma separuh (50%) dari yang kami undang, maka kursinya Sisa Satu.
Pertanyaannya:
Berapakah Jumlah Semua Undangan?
Berapakah Jumalah Kursi yang disediakan?
NB: hati-hati Menjawabnya, Ada P.Fahrul yang mengawasi Rumusnya..!
Soo.. Q TUnggu Jawabannya Ya….!!!!!!









mas alex ini bisa-bisa aja he he
BalasHapus