Senin, 10 Mei 2010

Teori Ayub Totels

Teori Ayub Totels.
Ayub adalah anak rajin; Rajin Main PS, rajin Bolos dan Rajin Berjudi (terrr… La… ..Lu..) tapi ayahnya bangga, karena Ayub sukses menjalankan Managemen Bisnis Sayurnya,
Saking sibuknya Ayub, dia sampai tak sempat untuk belajar ngaji di Musholla
Suatu hari, Ayub dalam keadaan berduka, Eyangnya meninggal dunia, Ayub menangis dengan Histeris..
Suatu ketika, Menjelang Maghrib, Ayub di panggil oleh Ibunya
Ibu: Nak, sekarang Jum`at Legi,, tolong kamu pergi kekuburan eyang kamu, kamu ngaji disana biar
yang mu tenang disana, diampuni dosa-dosanya dan tidak masuk neraka, neraka itu panas Nak…!
Ayub: @$^$(*&%*)* (bingung)


Ayub tak pernah ngaji dan tak mengerti urusan agama, tapi Ayub tidak mau jadi anak durhaka, maka, dia pun berangka membawa Al-Qur`an walau dalam pikirannya penuh dengan tanda Tanya..
Tapi ditengah perjalanan, Ayub berhenti dan berfikir sejenak dia ingat kata-kata ibunya yang terahir “Neraka itu Panas Nak..”, akhirnya Ayub kembali kerumahnya, dia menaruh Al-Qur`annya, kemudian dia mengambil toples dan mengisinya dengan air es yang berada di kulkasnya.. dan berangkat lagi menuju makam sang Eyang.
Sesampainya dikuburan, Ayub memulai dengan bacaan Basmalah, kemudian menyiamkan air dingin yang berada di toples ke makam sang Eyang.. sembari membaca Mantera:






“LANGSUNG DINGIN LANGSUNG SEGAR ISTIMEWA WA WA WA WA”
Read more...

Kawin Masal

Hari dan Lisa adalah sepasang kekasih yang saling setia, walau mereka beda adat dan Bahasa, Tapi yang penting bagi mereka kelasnya sama (MD. 08).

Panggilan Sayang diantara Dua kekasih itu sudah ibaratkan sepasang pengantin; Lisa Memanggil Hari dengan “Suami” Hari pun memanggil Lisa dengan “Isteri”.

Tak ada yang iri dalam Republic MD, Hanya saja “Ma`ul” karena tak pernah dipanggil seperti itu oleh “Zaki”, tapi di sisi lain, nama panggilan itu menjadi contoh buat “Aga”, agar rumah tangganya semakin harmonis bersama “Fatma”.

Suatu hari kemudian, sesepuh2 MD (Afif, Mustaqim Dan Basid) Bermusyawarah tetntang Usulan dari “Sofi” untuk diadakannya kawin masal Guna mencegah kemaksiatan yang yang terus berlanjut. Usulan itu pun diterima dan berkat bantuan beberapa Dosen Berpengalaman, terbentuklah kestrukturan Panitia,

Adapun Diantaranya:

Penggalian Dana

1: P. Ismail Nawawi,

2: P. Buchori.

3 : B. Vidia Gati.

Penanggung jawab Tempat :P. Hasan.


Penghulu : P.Arif.

Wali :

1. P.Fahrul.

2. B.Suqiah.

Saksi :

1. P.Abdullah.

2. P. Junaidi.

3. P.Suprapto.


Sedangkan Peserta yang terdaftar untuk kawin masala da 4 orang.

Hari & Lisa” “Aga & Fatma” “Ikhya` & Laila” dan “Zaki & Asmaul Chusna”.

1 minggu kemudian acara pun dimulai, tapi saying, dana yang diperoleh oleh Panitia sangatlah minim dan tempat Waqof yang didapat oleh P. Hasan juga sempit, Hingga beberapa Pengurus Jurusan yang di undang.

Dan yang menjadi kendala disini; kalau semua (100%) undanga dating, maka kursinya kurang satu, tapi kalau undangan yang datang Cuma separuh (50%) dari yang kami undang, maka kursinya Sisa Satu.

Pertanyaannya:

Berapakah Jumlah Semua Undangan?

Berapakah Jumalah Kursi yang disediakan?


NB: hati-hati Menjawabnya, Ada P.Fahrul yang mengawasi Rumusnya..!

Soo.. Q TUnggu Jawabannya Ya….!!!!!!


Read more...