Senin, 25 Januari 2010

Maaf Atas Cinta ku..

tawa itu hadir…..
senyum itu ada dalam hariku….
kini hilang..
telah musnah semuanya….
bersama kepergianku…darimu….

cinta ini selalu ada….
setia ini akan ada….
bersama kepergianku..
darimu…..

luka ini…
air mata ini…
penyesalan ini…
kan kubawa bersama kepergianku

maapkan aku…
akan kesetiaan ini
akan cinta ini
akan pengertian ini…
akan pengabdian ini
kepadamu…..

maapkan karena keterbatasanku..
karena ketidak sempurnaanku…
maap jika aku pengecut…
karena keterbatasan ini….
hati ini telah terluka (lagi)
terima kasih untuk lukaku
terima kasih buat air mata ini

penyesalan yang teramat sakit
mungkin benar…
semua ini salahku…
karena mencintaimu
karena aku tak pantas untuk dicintai….

pergilah jika dirimu menginginkan…
terbanglah bebas…
kepakkan sayapmu…
karena dirimu telah bebas

jangan pernah ingat luka ini lagi
semuanya terlalu sakit untuk di kenang
jadikan aku kenangan burukmu..

bunuhlah aku dari hidupmu…
seperti dirimu membunuhku…
seperti saat ini….

aku menyesal…
karena ternyata..
semuanya hanya mimpi…

seharusnya aku sadar
seharusnya aku tau diri
tak seharusnya aku mencintaimu
sedalam ini…

lakukan apa yang ingin kau lakukan
aku tak akan mengganggumu lagi…
bersama kepergianku…
dari semuanya…..

hati ini rapuh….
jiwa ini telah mati
karena dirimu….

entah mahkluk apa dirimu…
karena seperti batu
tak punya hati…
tak punya perasaan…

cukup luka ini sampai disini
apa artinya diri ini
tanpa harga diri

semoga dirimu puas…
telah buatku mati karena
kebohonganmu….

aku salah menilaimu..
kukira dirimu sayang..
cinta kepadaku
ingin menjagaku…
tak buatku nangis lagi…

ternyata janji itu……
hanya bisa aku dengar ditelingaku
hanya bisa aku simpan dalam memoriku
janji kini tinggallah janji…

kini aku percaya….
kini aku yakin….
dirimu bukan yang terbaik untukku
ataupun sebaliknya….

sudah cukup semua ini aku lalui(lagi)
aq sudah tidak kuat…
jiwaku rapuh
jiwaku mati….

semoga dapat yang terbaik
yang bisa menerima apa adanya
dirimu……..

maap atas keterbatasanku
dalam menyintaimu..
mungkin kesendirian akan lebih baik…
untukku……juga dirimu….

aku ingin senyumku kembali
seperti dulu…..
entah luka ini sampai kapan
aku menyimpannya

maapkan atas cinta ini
maapkan atas keterbatasan ini
maapkan atas ketidakk sempurnaanku
maapkan…….
dengan kepergianku…
semoga dirimu puas…
dan luka ini..akan terpatri
semoga dirimu tenang tanpaku..
bahagia tanpa diriku
disampingmu……
SELAMANYA…..!!!!

Read more...

Salam Perpisahan (semoga cuma sesaat)

Gelap pagi ini, tidak begitu cerah bahkan hampir tak ada cahaya yang sedikit sinariku sebagai sambutan atas senyum pagi ini. Kemudian aku menarik hati cinta yang tak terbalas. Aku masih memikirkan tentang arti yang begitu sulit untuk diterjemah. Sedikitpun tak dapat kumengerti, atau mungkin aku yang terlalu bodoh hanya untuk mengartikan hal-hal semacam itu. Lagi-lagi aku terperangkap oleh jebakan yang kubuat sendiri, aku menangis karena skenario yang kugarap sendiri. Karena itu akhirnya tak berkepanjangan dengan sedih yang kulalui.

Sudah, semua kuanggap sudah berlalu, tak ada yang istimewa dari kisah terbaruku. Kini aku ingin sendiri. Aku ingin tak ada yang menggangguku, aku ingin tak ada seorangpun yang usik hari-hariku. Bahkan urat nadipun kini menjauh. Bahkan nafas tak berani lagi mendekatiku. Aku ingin mati sejenak, tak ada lagi yang kubutuhkan selain senyum manis gadis utusan surga yang dijelmakan dalam paras yang biasa. Kendati uraian itu sudah sering kuungkap namun lari sakit itu terus mengejarku.
"Tuhan, kalau hujan bisa turun basahi bumi pagi ini, aku yang akan menyambutnya pertama kali, hatiku kini begitu kering tak ada yang mampu basahinya kecuali engkau Tuhan!"
"Aku kini sendiri, aku hanya ingin ditemani air langit yang – mungkin – bisa sejukkan gairah hatiku, semerbak bunga surgawi mungkin akan mengubah aroma hatiku."
"Kumohon Tuhan, turunkan hujan itu sebagai pengiring langkah-langkahku kepada-Mu, lambat atau cepat, kapanpun aku siap. Tak ada yang kutakut bahkan neraka sekalipun. Aku sudah sadar tak ada yang bisa menyelamatkanku dari api panas itu, tak ada yang bisa antarku menuju surgamu."
"Namun setidaknya sisakan buatku sedikit aroma surga yang pernah engkau janjikan Tuhan."
Aku tak tahu mengapa tiba-tiba aku menuliskan ungkapan yang mengalir begitu saja dan datangnya tiba-tiba. Semoga itu bukan pertanda bahwa nyawaku akan hilang, aroma alam lain sudah semakin dekat. Dan ...........
Aku terbangun dari mimpi burukku, tentang cinta, hidup dan pengorbanan. Selama ini aku selalu memikirkan hal yang tak pernah menguntungkan bagiku, selama ini aku hanya memikirkan seseorang yang tak pernah memikirkanku. Lalu untuk apa aku menghabiskan waktuku hanya untuk tanah yang bisu?
Sudah datang masanya aku membalikkan wajah dan berpaling pada hal yang lebih berarti dalam hidup ini, dengannya yang akan menemaniku selamanya dengan canda tawa ria gembira tanpa tangis yang membasahi pipi. Hanya bahagia yang tak pernah tertuliskan, sehingga tak ada lagi tulisan seperti ini.
Dan tentang lariku, aku ingin sejenak menjauh dari apapun yang selalu gangguku. Izinkan aku untuk sendiri sampai datang masanya aku akan datang lagi....!!!
Read more...